Minal ‘Aidin Wal Faizin Artinya Maaf Lahir bATIN??


Dua kalimat ini seakan sudah menjadi sejoli, dimana ada minal ‘aidin wal faidzin, selalu dilanjutkan dengan mohon maaf lahir batin.

Apa sebenarnya arti dari kalimat tersebut? Dari mana munculnya kalimat tersebut?

مِنَ الْعَائِدِيْنَ “Minal ‘aidin berarti bagian dari orang-orang yang kembali

الْفَائِزِيْنَ “wal faizin” berarti dan orang-orang yang beruntung

Ketika digabungkan مِنَ الْعَائِدِيْنَ الْفَائِزِيْنَمِنَ Minal ‘aidin wal faizin berarti bagian dari orang-orang yang kembali dan orang-orang yang beruntung. Terasa janggal ya artinya? Seperti kalimat yang terputus? Iya memang, kalau kita telusuri, ternyata kalimat tersebut memang dipenggal dari sebuah rangkaian doa

جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِيْنَ الْفَائِزِيْنَ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ

Ja’alanallaahu wa iyyakum minal ‘aaidiin wal faaiziin
Semoga Allah menjadikan kita dan anda sekalian bagian dari orang-orang yang kembali (fitrah) dan oarng-orang yang beruntung, semoga Allah menerima ibadah dari kita dan anda sekalian.

Melihat arti dari “minal ‘aidin wal faizin” diatas ternyata bukan mempunyai arti ” mohon maaf lahir batin ” seperti dipahami oleh sebagian orang selama ini.

Dalam buku ” Lebaran Menurut Sunnah yang Shahih ” oleh Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath Thayyar hal. 126 terbitan Pustaka Ibnu Katsir disebutkan :

Ibnu Hajar Rahimahullah mengatakan:

“Telah sampai kepada kami riwayat dengan sanad yang hasan dari Jubai bin Nufair, ia berkata: “Jika Para sahabat Rasulullah saling bertemu di hari raya, sebagiannya mengucapkan kepada sebagian lainnya: “TaqabbalAllohu minnaa wa minkum”. (Fathul Bari (II) 446)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah ditanya tentang ucapan selamat di hari raya, beliau menjawab,

“Ucapan selamat hari raya sebagian mereka kepada sebagian lainnya jika bertemu setelah shalat ‘Id dengan ungkapan: TaqabbalAllohu minna wa minkum dan A’aadahullahu ‘alaika serta ucapan sejenisnyaa, maka hal ini telah diriwayatkan dari sejumlah sahabat bahwa mereka melakukannya, dan telah diperbolehkan oleh para imam seperti Imam Ahmad,dll. Maka siapa yang melakukannya, ia memiliki panutan, dan yang meninggalkannya pun memiliki panutan.” (Majmuu’ Fatawa (XXIV/253)

Ucapan mana yang paling baik?

Tentu yang ada riwayatnya seperti disebutkan diatas, apakah pengucapan “minal ‘aidin wal faizin ” itu salah? sepanjang pengetahuan penulis belum ada yang menyalahkan, meski begitu hendaknya dijaga makhroj dari kalimat itu sendiri,jangan sampai kita konyol dalam mengucapkan, misalnya ” minal ‘aizin wal faizin ” atau ” minal ‘aidin wal fa’idin” .

Inilah tradisi kita, konon ucapan minal ‘aidin wal faizin” itu hanya ada diindonesia.

Wallahu a’lam bisshawab

About these ads

Posted on September 26, 2010, in ISLAM and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.