Iman Pada Nabi dan Rasul Bag. 1 (Bukan Cuma Untuk Anak SD!)


Materi tentang Iman pada Nabi dan Rasul tentunya sudah sangat sering kita dengar, mulai dari bangku SD hingga bangku SMA (bahkan bangku perkuliahan). InsyaAllah kita pun mengaku telah beriman pada nabi dan Rasul. Namun mungkin pada diri kita masih terdapat pemahaman yang salah tentang iman pada Nabi dan Rasul. Padahal iman pada Nabi dan Rasul merupakan salah satu ushul (pokok) keimanan dan mengandung konsekuensi besar yang mungkin selama ini belum kita sadari atau belum kita lakukan.

Nah, mari kita cek sama-sama, sudah benarkah keimanan kita pada Nabi dan Rasul?? Sudahkah kita melaksanakan konsekuensi pernyataan iman pada Nabi dan Rasul dengan benar??

A. Pengertian Nabi dan Rasul

Masih ingat kan pengertan nabi dan Rasul? Mungkin dari SD, kita mengetahui definisi Nabi adalah orang yang mendapat wahyu, namun TIDAK berkewajiban menyampaikan pada umat. Sementara Rasul mendapat wahyu dan wajib menyampaikan kepada umatnya. Benarkah demikian? Yuk kita cek…

Nabi dalam bahasa Arab berasal dari kata naba. Dinamakan Nabi karena mereka adalah orang yang menceritakan suatu berita dan mereka adalah orang yang diberitahu beritanya (lewat wahyu). Sedangkan kata rasul secara bahasa berasal dari kata irsal yang bermakna membimbing atau memberi arahan. Definisi secara syar’i yang masyhur, nabi adalah orang yang mendapatkan wahyu namun tidak diperintahkan untuk menyampaikan sedangkan Rasul adalah orang yang mendapatkan wahyu dalam syari’at dan diperintahkan untuk menyampaikannnya.

Namun definisi ini memiliki KELEMAHAN, karena tidaklah wahyu disampaikan Allah ke bumi kecuali untuk disampaikan, dan jika Nabi tidak menyampaikan maka termasuk menyembunyikan wahyu Allah. Kelemahan lain dari definisi ini ditunjukkan dalam hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Ditampakkan kepadaku umat-umat, aku melihat seorang nabi dengan sekelompok orang banyak, dan nabi bersama satu dua orang dan nabi tidak bersama seorang pun.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi juga menyampaikan wahyu kepada umatnya.

Sekarang, coba kita buka QS. Al-Hajj 52..

“Dan kami tidak mengutus sebelum kamu seorang Rasulpun dan tidak pula seorang nabi…”

Imam Baidlawi menafsirkan ayat di atas:
Rasul adalah orangyang diutus Allah dengan syariat baru untuk menyeru manusia kepadaNya.
Sedangkan nabi adalah orang yang diutus Allah untuk menetapkan (menjalankan) syariat2 Rasul sebelumnya. (Tafsir Imam Baidawi Anwarut Tanzil, Jilid IV halaman 57)

Jadi,dapat kita ketahui persamaan dan perbedaan nabi dan Rasul adalah:
Nabi dan Rasul, keduanya menerima wahyu dari Allah dan menyampaikan kepada kaumnya
Bedanya,
Rasul adalah orang yang diwahyukan kepadanya suatu syariat baru untuk disampaikan kepada kaumnya.
Sedangkan nabi adalah orang yang disampaikan kepadanya syariat Rasul sebelumnya dan diperintahkan untuk menyampaikan syariat itu kepada suatu kaum tertentu.
Contohnya, nabi-nabi dari kalangan Bani Israil yang diutus diantara Nabi Musa dan Nabi Isa
Dari pengertian tadi, Muhammad, nabi atau Rasul??

B. Jumlah Nabi dan Rasul

Berapakah jumlah nabi dan Rasul?? 25! Mungkin ada yang lantang menjawab jumlahnya 25. Tapi ternyata, jumlah Nabi tidaklah terbatas hanya 25 orang dan jumlah Rasul juga tidak terbatas 5 yang kita kenal dengan nama Ulul ‘Azmi!

Coba kita buka..

Al-Mukmin 78..
.
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِّن قَبْلِكَ مِنْهُم مَّن قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُم مَّن لَّمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ

Artinya : “Dan Sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu.” (QS Al-Mukmin : 78)

Yang diceritakan kepada kita dalam Al-Qur’an memang hanya sebanyak 25 Nabi dan Rasul, itulah yang wajib kita imani. Namun ada juga nabi2 lain yang tidak diceritakan yang kita tidak mengetahui berapa jumlahnya secara pasti.

Dalam hadits dari Abu Dzar Al-Ghifari, ia bertanya pada Rasulullah, “Ya Rasulullah, berapa jumlah rasul?”, Nabi shallallahu’alaihiwasallam menjawab, “Tiga ratus belasan orang.” (HR. Ahmad dishahihkan Syaikh Albani).

Dalam riwayat Abu Umamah, Abu Dzar bertanya, “Wahai Rasulullah, berapa tepatnya para nabi?”, Nabi shallallahu’alaihiwasallam menjawab, “124.000 dan Rasul itu 315 orang.”

Tetapi riwayat tsb di atas bukan hadits mutawatir, karena itu tidak kuat untuk dijadikan pegangan dalam bidang akidah.

Bersambung…

Posted on April 10, 2011, in Aqidah, ISLAM and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: