Dia..Dia.. Dia..


Fiuhh…
Baca buku, baru dua paragraf, inget dia!
Lari pagi, baru dua meter, inget dia!
Sarapan pagi, baru dua sendok, inget dia!
Jalan kaki, baru dua langkah, inget dia!
Naik motor, persneleng baru gigi dua, lagi-lagi inget dia!

Kepala pusing, hati gak tenang, gelisah gak karuan.

Iya tah, inget yang spesial itu sama dengan menyusahkan diri???

Ini mah cuma problem SALAH KETIK atau…
coba kita ganti hurufnya:
“dia” –> “Dia”
Keterangan:
“Dia” dengan “D” kapital artinya Tuhan.
Laa Ilaha illallah (Tidak ada Tuhan Selain Allah)
So, “D” reffer to Allah
Endingnya…
“…Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram…”
(Ar Ra’d:28)

Riilnya jadi:
Baca buku, baru dua paragraf, inget Dia!
Lebih SEMANGAT karena nuntut ilmu hukumnya wajib…
Lari pagi, baru dua meter, inget Dia!
Sarapan pagi, baru dua sendok, inget Dia!
Lebih SEMANGAT karena olah raga dan sarapan untuk jaga kesehatan. Kesehatan anugrah dari Allah yang harus dijaga…
Jalan kaki, baru dua langkah, inget Dia!
Lebih WASPADA karena harus menetapkan langkah tetap di jalan Allah…
Naik motor, porsneleng baru gigi dua, lagi-lagi inget Dia!
Lebih HATI-HATI di jalan raya karena kita harus menjaga diri meskipun qadha dan qadar Allah sudah ditetapkan…
***
Semoga kita bisa selalu ingat Dia ^_^

*copas dari note seorang sahabat

Posted on May 1, 2011, in catatan harian and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: