Copas Tanpa Ijin, Fotocopy, Beli Buku Bajakan Hukumnya Haram??



Hanya ingin sedikit bercerita pengalaman pribadi terkait hak cetak, hak cipta. Ada juga kutipan tentang hukum hak cipta, hak cetak, hak paten dari sudut pandang Islam..

Terkait Hak Cipta, Hak Cetak
Sedikit ingin bercerita tentang pengalaman pribadi saya terkait hak cipta dan hak cetak.  Dulu, saat mencari referensi skripsi, saya mengalami kesulitan mendapatkan referensi jurnal karena jurnal-jurnal yang saya butuhkan mayoritas harus diberi dengan dollar. Ada jurnal-jurnal yang free, tapi kebanyakan tahunnya jadul banget! Jadi ya tidak memenuhi syarat untuk referensi skripsi.

Pengalaman lain, dulu saya pikir hukum fotocopy buku dan membeli buku bajakan itu haram, karena biasanya pada halaman pengantar buku terdapat tulisan ‘Dilarang memperbanyak/mengcopy tanpa seijin penerbit’. Teman saya pun ada yang berpikir sama, dia emoh fotocopy buku dan membeli buku bajakan karena dia pikir itu melanggar hak cipta!

Walhasil kami menghabiskan banyak uang untuk membeli textbook asli yang harganya bisa 3-6 kali lipat dibandingkan buku bajakannya!

Saya yakin, Andapun punya pengalaman ‘kurang menyenangkan’ terkait hak cipta dan hak cetak ini.. Apa? Anda tidak punya pengalaman terkait itu? Masak sih? Mungkin Anda punya, tapi sudah lupa ^_^ Diingat-ingat lagi ya, pasti ada, mungkin Anda tidak menyadari telah dirugikan hak-hak ini!
Kecuali kalau Anda pemilik salah satu hak cipta atau hak cetak, ya justru kebalikannya! Memang anda untung, tapi sadarkah Anda telah merugikan pihak kecil yang tidak punya modal…

Hak Paten
Tentang hak paten ini, saya tidak punya pengalaman pribadi. Tapi dari beberapa referensi menunjukkan bahwa adanya hak paten ini ternyata menimbulkan kerugian bagi ‘pihak kecil’. Sebut saja kasus ukiran kayu jepara yang dipatenkan pengusaha luar, PT. Harrison & Gil. Akibatnya banyak ukiran jepara yang ditolak masuk eropa karena belum membayar royalti. Ini menunjukkan,dengan adanya hak paten yang diuntungkan hanyalah segelintir orang tertentu yang memiliki hak paten!

Tentang HAKI

Hak cipta, hak cetak, hak paten adalah bagian dari HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual).

Saat ini, kita sebagai umat Islam lebih mengenal HAKI dari sudut pandang kapitalis.Negeri ini pun menerapkan HAKI berdasarkan ideology kapitalis. Padahal Islam punya pandangan sendiri tentang HAKI (hak penerbitan, hak cipta, hak paten, dan teman-temannya), yang jauh lebih indah, membawa rahmat bagi semesta alam..

Bagaimana HAKI dari sudut pandang Islam?
Berikut ini kutipan dari kitab Sistem Pendidikan Islam di Masa Khilafah:

Lafadz ‘hak’ menurut aspek muammalat syari’ah adalah suatu milik yang tetap bagi seseorang karena adanya sebab yang menjadikannya mendapatkan pemilikan tersebut secara syah.

Hak cipta, hak cetak, hak terbit, hak paten yang diterapkan saat ini, pada dasarnya berasal dari paham individualisme kapitalis yang telah merasuki dan menguasai kaum muslimin beserta para ilmuwannya. Paham ini telah menginjeksi setiap orang agar memiliki apa pun yang dikehendakinya tanpa memandang cara yang ditempuhnya. Dari paham kapitalislah muncul istilah ‘hak ’ yang diberikan kepada individu atau kelompok tertentu.

Apakah ilmu pengetahuan dalam Islam itu termasuk barang dagangan? Ataukah ilmu pengetahuan dalam Islam memiliki status hukum sebagaimana hukum dakwah dan tabligh? Bukankah Rasulullah SAW telah menetapkan ilmu pengetahuan Islam sebagai hak milik yang sifatnya umum, untuk seluruh umat? Rasulullah SAW telah mengumpamakan ilmu dan petunjuk yang dibawanya bagai air hujan, maka siapakah yang memiliki hujan?

Tidak seorang pun memiliki hak atas ilmu agama maupun ilmu pengetahuan umum, sehingga ia berhak menjual belikan sekehendaknya sendiri. Keadaan seperti ini telah menyimpang dari hukum dakwah Islam dalam cara mengemban dan melaksanakannya, dan telah keluar dari hukum-hukum mengenai kerjasama timbal balik menurut syariat Islam. Islam mensyaratkan untuk memperoleh harta dan rizki harus melalui jalur dan tata cara yang benar, agar halal dimiliki. Seperti halalnya binatang buruan.(lihat QS.AL-Maidah:96). Diperbolehkan memiliki ardlul mawaat (tanah mati/kritis) sebagaimana hadits nabi SAW:

“Barang siapa yang menghidupkan tanah mati, maka tanah itu menjadi miliknya.” (HR. Tirmidzi dari Jabir)

Berdasarkan kumpulan dalil-dalil syara’ yang ada mengenai sebab-sebab seseorang dapat memiliki sesuatu, maka disusunlah suatu kaidah syara’ yang mengatakan:

“ Tidak halal (haram) mengambil harta tanpa melalui jalan yang syah (benar)”

Dari referensi di atas, dapat kita ketahui bahwa di dalam Islam, TIDAK BERLAKU HAKI karena ilmu adalah milik seluruh umat, hak cipta hanyalah milik Allah SWT. Namun dalam sistem negara kita sekarang yang serba kapitalis, aturan tentang HAKI ini telah membius otak mayoritas muslim. Tidak hanya aturan tentang hak-hak ini, mayoritas aturan/sistem Islam telah benar-benar asing bagi kaum muslim sendiri. Kaum muslimin justru lebih familier dan bangga mempraktekkan aturan kapitalis. Sangat ironis ya..

Anehnya fatwa MUI justru mengijinkan adanya hak kekayaan intelektual ini. Tidak dipungkiri, dalam hal syariat Islam memang terdapat banyak pendapat berdasarkan dalilnya masing-masing. MUI pun memiliki dalil atas fatwa diberlakukannya HAKI.

Namun butuh pengkajian mendalam apakah dalil yang dikemukan MUI sebagai dasar diberlakukannya HAKI adalah benar-benar dalil yang kuat? Ataukah MUI telah disetir pihak tertentu untuk menghalalkan suatu aturan yang hanya menguntungkan segelintir orang/pihak-pihak tertentu??

Wallahu’alam bishshowab

Referensi: Sistem Pendidikan di Masa Khilafah Islam- Bab Hak Penerbitan dan Hak Cipta (Abdurrahman Al-Baghdadi)

Posted on May 29, 2011, in analisa, catatan harian, ISLAM, lihat lebih dekat and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: