Rumus-Rumus Meraih Keberuntungan


Apakah selama ini Anda pernah merasa sial? Atau justru Anda merasa  termasuk orang beruntung? Benarkah Anda termasuk orang yang beruntung? Bagaimana cara mendapat keberuntungan yang hakiki?
Yuk simak ulasan berikut, insyaAllah akan dapat rumus-rumus meraih keberuntungan!

Katanya Beruntung Itu..
Seorang perempuan berwajah tidak terlalu cantik, tapi suaminya sangat ganteng dan kaya raya, orang pasti bilang “perempuan itu BERUNTUNG banget…!”
Seseorang menang kuis& dapat hadiah jutaan rupiah,pasti juga dikatakan BERUNTUNG, LUCKY, LAGI HOKI!
Ada mahasiswa yang baru lulus, langsung dapat pekerjaan yang mapan, kata orang dia BERUNTUNG.

Sebaliknya kalau ada orang yang sudah berhati-hati di jalan, tapi dia ditabrak kendaraan lain dari belakang, dikatakan dia sedang SIAL, APES, TIDAK BERUNTUNG, dan sebutan lain yang senada dengan itu.
Ada mahasiswa yang mendapat dosen penguji yang katanya killer, kemudian dia tidak lulus ujian, dia merasa sedang APES/TIDAK BERUNTUNG.

Masih banyak contoh yang lain, kita masing-masing pasti bisa memberi banyak contoh bagaimana orang yang disebut BERUNTUNG dan TIDAK BERUNTUNG..

Beruntungkah kita??

Pandangan kita terhadap suatu hal, sangat tergantung ‘kaca mata’ yang kita gunakan. Coba kita bayangkan, kalau kita melihat langit biru sambil menggunakan kacamata hitam, apakah langit biru itu akan tetap berwarna biru? Begitu juga kalau kita menggunakan kacamata lensa merah, langit itu pun akan berubah warna.

Langit yang sama, bisa berbeda warna bila kita melihatnya dengan kacamata yang berbeda.
Nah, untuk menilai keberuntungan pun seperti itu, tergantung kacamata yang kita gunakan. Seseorang yang mengalami suatu hal bisa dikatakan beruntung, bisa juga dikatakan tidak beruntung, tergantung dilihat dengan ‘kacamata’ apa.

Kalau dari contoh-contoh di atas, bisa didefinisikan seseorang dikatakan beruntung BILA mendapatkan suatu materi atau sesuatu yang menyenangkan atau diharapkan. Sementara ketika seseorang tidak mendapatkan sesuatu/materi yang diinginkan, atau justru mendapat musibah maka dia dikatakan tidak beruntung, sial, rugi, apes, dll.

Bila diselidiki lebih dalam, ternyata definisi keberuntungan seperti itu adalah KEBERUNTUNGAN DARI KACAMATA IDEOLOGI KAPITALIS lho! (kapitalis: sebuah pandangan hidup/ideologi yang memiliki tujuan hidup untuk mencari kapital/materi sebanyak-banyaknya, menilai segala sesuatu berdasar untung dan rugi secara fisik/materi)

Karena bila dipandang dengan ‘kacamata Islam’, contoh-contoh di atas TIDAK dikatakan sebagai beruntung atau tidak beruntung!

Rumus Meraih Keberuntungan Hakiki

Lalu, seperti apakah beruntung atau tidak beruntung dari kaca mata Islam??
Beruntung dilihat dengan kaca mata Islam, sangat jauh berbeda dengan beruntung dari kacamata kapitalis.

Dengan kacamata Islam: Orang yang kaya tidak selalu beruntung. Orang yang cantik tidak selalu lebih beruntung dari yang kurang cantik. Orang yang menang undian milyaran dollar pun belum tentu beruntung! Orang yang mengalami kecelakaan, tidak berarti dia rugi, apes, ataupun sial..

Walaupun miskin, buruk rupa, susah hidupnya, tidak pernah menang undian, tidak mendapat istri/suami yang cantik, tidak pintar, tidak mendapat nilai yang baik, bisa saja orang itu termasuk orang yang beruntung. Bahkan walau dalam kondisi sakit,terkena musibah,kecelakaan atau bangkrut pun dia tetap bisa menjadi orang yang beruntung!

Kok bisa begitu? Yaa.. karena pekerjaan, jodoh, bentuk fisik, nilai, uang, musibah, merupakan rizki yang diberikan oleh Allah.

Dilihat dengan kacamata Islam, RIZKI BUKANLAH PARAMETER KEBERUNTUNGAN, karena rizki kita telah ditetapkan oleh Allah. Tiap orang memiliki rizki masing-masing yang telah diperhitungkan oleh Allah bahwa itu adalah rizki terbaik untuknya, walau tampaknya tidak menyenangkan. Tiap rizki yang diberikan pasti mengandung hikmah bagi yang menerimanya.

Islam memiliki parameter/rumus-rumus khusus agar terkategori menjadi orang yang beruntung. Yuk kita simak rumus-rumus keberuntungan, penangkal kerugian dari kacamata Islam..

“Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam KERUGIAN. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” (Al-Ashr 2-3)

“Sesungguhnya BERUNTUNGLAH orang-orang yang beriman,(yaitu) orang-orang yang khusyu dalam salatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna dan orang-orang yang menunaikan zakat dan orang-orang yang menjaga kemaluannya kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yg mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yg di balik itu maka mereka itulah orang-orang yg melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya dan orang-orang yg memelihara salatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) surga firdaus. Mereka kekal didalamnya.” (Al-Mu’minuun 1-11)

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu BERUNTUNG.” (QS. Ali Imran :200)

“(Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan yang menafkahkan yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman pada kitab (al-qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang BERUNTUNG.” (Al-Baqarah 3-5)

“Adapun orang yang bertobat dan beriman serta mengerjakan amal yang shaleh, semoga dia termasuk orang-orang yang BERUNTUNG” (Al-Qasas 67)

“….Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu BERUNTUNG.” (An-Nuur 31)

“Dan hendaknya ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang BERUNTUNG.” (QS. Ali Imran: 104)

”Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamr, judi, (berkurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah kotor dari amalan syeitan, maka jauhilah itu agar kalian BERUNTUNG.” (Al Maidah: 90).

“Wanita (biasanya) dinikahi karena empat (hal): hartanya, status sosial keluarganya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang memiliki agama, niscaya engkau akan BERUNTUNG.” (HR. Muttafaq Alaih)

Dari Abu Hurairah, ia berkata; Rasulullah bersabda, “Islam bermula dalam keadaan asing, dan akan kembali terasing seperti semula, maka beruntunglah orang-orang yang terasing” (HR. Muslim)

Sebenarnya masih banyak lagi rumus-rumus keberuntungan yang diberikan oleh Allah.
Dari beberapa ayat dan hadits di atas, dapat kita rangkum rumus untuk tergolong menjadi orang-orang yang beruntung adalah

1. Beriman
2. Bertakwa (sebenarnya point takwa ini sudah mencakup point-point di bawah ini)
3. Mengerjakan amal shaleh
4. Khusyu’ dalam shalat, memelihara dan mendirikan shalat
5. Bersabar
6. Bertaubat
7. Amar ma’ruf nahi munkar
8. Menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna
9. Menunaikan zakat
10. Menafkahkan harta di jalan Allah
11. Menjaga kemaluannya kecuali terhadap istri-istri/budak yg dimiliki
12. Memelihara amanat-amanat dan janjinya

13. Menjauhi khamr, judi, (berkurban untuk) berhala, mengundi nasib
14. Memilih pasangan hidup karena agamanya
15. Tetap istiqomah di jalan kebenaran walau dianggap orang yang ‘asing’

Ketika kita menerapkan ‘rumus-rumus’ di atas dalam kehidupan, insyaAllah kita akan mendapat keberuntungan hakiki, yaitu RIDHO ILAHI yang akan berbuah SURGA..

Konsep ini sangat penting dalam kehidupan, agar jika kita mendapat rizki yang tidak sesuai harapan, kita tidak lagi menganggap itu sebagai kesialan, apes, rugi, atau tidak beruntung. Karena sesungguhnya rizki yang tidak sesuai harapan kita itu adalah ujian kehidupan yang justru bisa mengantarkan kita pada keberuntungan yang hakiki.. Asalkan kita menerapkan rumus-rumus keberuntungan yang telah diturunkan oleh Allah dalam kitab tak tertandingi sepanjang zaman, Al-Qur’an.

Semoga kita TIDAK SEKEDAR mencari keberuntungan duniawi (dari kacamata kapitalis) namun juga memprioritaskan diri untuk meraih keberuntungan hakiki.. Untuk apa keberuntungan duniawi bila tanpa ridho ilahi. Sesungguhnya tanpa ridhoNya, semua hanyalah fana..

Dalam keberuntungan dunia (dari kacamata kapitalis tadi) tiap orang memang tidak memiliki kesempatan yang sama. Karena tiap orang memiliki takaran rizki berbeda-beda sesuai dengan yang ditetapkanNya. Sedangkan untuk meraih keberuntungan hakiki, kita semua memiliki kesempatan yang sama, asalkan kita berupaya dengan sungguh-sungguh untuk meraih keberuntungan hakiki!

Subhanallah..
Indahnya Islam membawa kita semua memiliki kesempatan yang sama meraih keberuntungan hakiki..

Semoga kita selalu semangat mengejar keberuntungan hakiki, yaitu ridho ilahi yang insya Allah berbuah surga!
Salam keberuntungan!
Tetap Semangat!

Wallahu a’lam bishshowab

Posted on June 8, 2011, in Aqidah, ISLAM, TIPS and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: